Tips perawatan murai batu mabung agar tidak macet | PENDIDIKAN

Written By Agus Diansyah on Monday, 26 September 2016 | Monday, September 26, 2016


Mabung adalah proses alamiah yang sering dialami oleh sebagian besar burung berkicau. Mabung adalah proses pergantian bulu pada burung, di mana si burung akan merontokkan bulu-bulu tuanya secara bertahap, untuk digantikan dengan bulu baru yang akan terlihat lebih rapi dan lebih cerah dibandingkan dengan bulu lama yang dirontokannya.

mabung murai batu


Murai Batu adalah salah satu burung berkicau yang juga mengalami proses mabung ini. Berdasarkan pengalaman pribadi, masa mabung awal dari seekor Murai Batu di alamnya adalah pada saat usia 9 bulan. Mabung awal ini dikenal dengan sebutan molting (berganti bulu), karena pada saat itu Murai Batu merubah bulu trotolnya menjadi bulu dewasa, sekaligus merontokan sebagian bulu-bulunya.

Tetapi masa molting pada Murai Batu hasil ternakan (breeding) akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan Murai Batu yang hidup di alam. Hal ini cenderung diakibatkan adanya perbedaan pola hidup dan pola makan antara Murai Batu hasil ternakan dengan Murai Batu asli hutan.

Setelah melalui masa molting, Murai Batu akan terlihat seperti Murai Batu dewasa, di mana warna trotolan sudah tidak terlihat lagi dan baru akan mengalami mabung lagi selang 6 bulan hingga 1 tahun setelah itu. Murai Batu yang baru mengalami molting biasanya masih menyisakan tanda-tanda berupa bintik berwarna kecoklatan pada sisi sayapnya.

Masa normal bagi Murai Batu mabung, mulai dari jatuh bulu pertama hingga copotnya bulu sayap terakhir, biasanya mencapai waku 3 bulan. Tapi ada kalanya, masa normal ini lebih lama dari biasanya. Hal ini terjadi pada Murai Batu yang mengalami macet mabung, di mana mabungnya terhenti di tengah jalan dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Murai Batu yang seperti ini cenderung sangat tidak sedap untuk dipandang.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan Murai Batu yang sedang mabung, tiba-tiba prosesnya macet. Penyebab utamanya adalah stress yang tinggi dan juga minimnya asupan nutrisi bagi si Murai Batu, sehingga mengganggu proses metabolisme tubuh untuk mabung.

Oleh sebab itu, pada masa mabung sebaiknya Murai Batu jangan terlalu banyak diganggu dan sebaiknya diasingkan, agar si Murai Batu dapat beristirahat dengan tenang dan tidak mengganggu proses mabungnya.
Makanan dan minuman serta EF harus terjaga ketersediannya dan juga harus diberikan secara konstan, demikian juga dengan kebersihan kandang, karena pada saat mabung, Murai Batu berada dalam kondisi rentan kesehatannya.

Tanda-tanda awal yang sering dijumpai pada Murai Batu yang akan mengalami proses mabung diantaranya adalah :
1. Bulu yang terlihat kusam.
2. Bulu Ekor yang terlihat pecah-pecah seperti sisir.
3. MB yang sebelumnya rajin berkicau (gacor) menjadi malas berkicau.
4. Pada saat ditrek, Murai Batu menjadi tidak maksimal dan bahkan bulu-bulunya bisa terlihat berdiri (ngejabrik).
5. Ada bagian bulu tertentu yang mulai rontok secara alami. Bulu yang rontok ini bisa berupa bulu halus yang berasal dari bagian kepala, bisa juga bulu besar dari bagian sayap atau ekor.
Perlu juga diketahui, Murai Batu yang secara rutin mengkonsumsi kroto akan menyebabkan bulu-bulunya terlihat cepat kusam. Selain itu Murai Batu ini juga akan mengalami masa mabung yang lebih lama dibandingkan dengan masa normalnya.

Hal ini dikarenakan tingginya zat protein yang terkadung dalam kroto yang menyebabkan peningkatan daya tahan tubuh dan stamina bagi Murai Batu, sehingga memperlambat masa mabung.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat Murai Batu sedang dalam proses mabung :
1. Sebaiknya full krodong. Selain untuk membuat Murai Batu menjadi rileks dan tenang, hal ini juga untuk memudahkan proses pembersihan bulu-bulu yang rontok.

2. Untuk sementara, proses penjemuran dihentikan dulu. Untuk mandi, sebaiknya jangan dipaksakan. Letakkan saja cepuk dalam sangkar agar si Murai Batu dapat mandi sendiri didalamnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya perubahan pola atau jadwal mandi bagi Murai Batu selama proses mabung. Periksa dan ganti air mandinya jika sudah terpakai.

3. Bagian bulu sayap atau ekor yang rontok, sebaiknya jangan langsung dibersihan dari kandang. Sering kali Murai Batu mematuk-matuki bagian bulu ini untuk mengambil zat kalsium yang terkadung dari bulu tersebut untuk membantu proses mabungnya. Tulang sotong bisa juga diberikan buat MB sebagai sumber kalsium yang dibutuhkan pada saat mabung, walaupun sebenarnya kandungan kalsium dalam voer sudah mencukupi.

4. Berikan EF yang dapat membantu proses mabung, sehingga pada saat pasca mabung MB akan terlihat indah dan menarik dengan tampilan bulu barunya. EF terbaik adalah belalang hijau berukuran besar yang banyak terdapat pada tanaman palawija. Carilah belalang hijau yang belum bersayap, selain lunak belalang ini kaya akan protein dan vit. E yang dihasilkan dari daun-daunan palawija yang dimakannya. Alternatifnya, kondisikan saja jangkrik agar mengkonsumsi kacang panjang dan irisan kunyit.

5. Pada saat Murai Batu sedang melakukan proses pertumbuhan bulu, terutama menumbuhkan bulu ekor, itu adalah saat yang optimal untuk dimaster dengan suara-suara isian dari burung lain. Biasanya pada saat tersebut Murai Batu sedang rajin-rajinnya ngeriwik. baca juga tips tentang cara melakukan mastering untuk burung murai batu.
6. Proses mabung baru berakhir pada saat ekor Murai Batu terlihat full tumbuh (dorong) dan bagian bulu sayap dari Murai Batu sudah rontok semua, karena sering kali Murai Batu menyisakan 1 atau 2 helai bulu sayap (terlihat berwarna kecoklatan). Jika bulu sayap ini sudah rontok dan tumbuh normal, barulah Murai Batu menyelesaikan proses mabungnya.

Jika Murai Batu anda ternyata mengalami masalah dalam proses mabungnya, atau istilahnya macet, maka silahkan coba tips di bawah ini:
1. Coba tempel dengan Murai Batu betina dengan jarak 1 meter selama 1 minggu. Setelah itu singkirkan Murai Batu betinanya sejauh mungkin. Tunggu hasilnya, Murai Batu akan kembali mabung.

2. Coba dimandikan sampai basah kuyup, jangan dijemur, selang beberapa menit langsung krodong. Lakukan rutin setiap hari sampai gejala mabungnya muncul lagi, setelah itu stop.

3. Perbanyak konsumsi UH, pagi 10 sore 10. Hal ini akan memicu Murai Batu merontokkan bulunya karena pengaruh panas dari UH.

Anda boleh melakukan salah satu di antara tips tersebut untuk menghadapai Murai Batu yang sedang mengalami macet mabung....

semoga bermanfaat ya.

G+

Anda baru saja membaca artikel tentang Tips perawatan murai batu mabung agar tidak macet. Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan masukan email anda dibawah ini untuk berlangganan via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel terbaru dari PENDIDIKAN
feedburner

0 komentar:

Post a Comment

Skripsi

Jangan menggunakan Wikipedia sebagai referensi skripsi.

Dalam proses pembuatan skripsi, terutama kajian-kajian teori yang kita gunakan merupakan hal yang sangat penting. Dalam skripsi bahkan a...

Google+ Followers

PENDIDIKAN © 2014. All Rights Reserved.
Template SimpleCips By SEOCIPS.COM , Powered By Blogger